Strategi Jitu Menulis Jurnal Terindeks Scopus 👁️️ 903
FISHUMNews | Pelaksanaan penelitian sebagai kewajiban setiap dosen tercantum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmiah bereputasi atau akreditasi sebagai output pada pelaksanaan penelitian, seringkali setiap dosen mengalami kendala ketika penulisan jurnal ilmiah yang akan dipublikasikan. Bertepatan dengan agenda ICOCIT-MUDA (Konferensi Internasional UNIMUDA Sorong), Ketua ICOCIT-MUDA Ir. Eko Tavip Maryanto, M.T., mengundang DR. Hasse Jubba, M.A. (Dosen Pascasarjana UMY, h-indeks 14) sebagai permateri dalam kegiatan Penulisan Artikel Terindeks Scopus. Bertempat di Meeting Room Rektorat, hari selasa, 01 November 2022. Kegiatan ini dihadiri oleh para Dosen UNIMUDA Sorong yang berjumlah 20 orang termasuk dosen-dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) untuk mengikuti pendampingan penulisan jurnal degan judul “Strategi Jitu Menemukan Isu Artikel”.
Turut hadir Aldilla Yulia Wiellys Sutikno, M.H. sebagai Plt. Wakil Rektor III memberikan sambutan sebagai ucapan Terima kasih atas kedatangan beliau di UNIMUDA Sorong berbagi ilmu terkait Strategi penulisan jurnal terindeks scopus. Kedepanya pasca kegiatan ini berlangsung, masih terus berlanjut sehingga tidak berhenti hanya sampai disini, luaran menulis jurnal terindeks scopus bagi dosen-dosen di lingkungan UNIMUDA Sorong terus bertambah. Dalam rangka penulisan jurnal agar bisa terpublish, pertama kali yang harus dilakukan ialah dengan rutin menulis. Hal ini hanya membutuhkan konsistensi meluangkan waktu 2 jam perhari atau satu paragraph setiap harinya. Jika hal ini dilakukan secara konsisten, maka dalam hitungan satu bulan akan tercapai satu jurnal untuk dipublish. Kedua, penelitian memerlukan sebuah isu, untuk menemukan sebuah isu menggunakan metode CCTE: Change, Controversy, Trend, Eemergency. Dalam menemukan isu perlu juga mengetahui objek materil dan objek formil dengan baik. Ketiga, tentukan akan kemana jurnal yang akan dituju, perhatikan sistematika jurnal yang akan dituju dan patuhi peraturanya. Keempat, penulisan jurnal dapat dilaksanakan dari bebagai lintas jurusan, kemudian mencantumkan penulis yang lebih dari satu. Hal ini dapat meringankan biaya untuk mendaftarkan jurnal scopus.
Penelitian yang dilakukan tidak harus mengeluarkan budget yang tinggi, melainkan hanya dengan menyebar korespodensi dari google form maka hal ini bisa dijadikan instrument penulisan jurnal dengan bebas biaya dan efisien. Jurnal bereputasi internasional tidak selalu berbayar dengan jumlah yang tinggi, melainkan terdapat pula jurnal terindeks scopus tanpa dipungut biaya dengan menggunakan metode close access. Permateri mengatakan dengan jumlah dosen 149 dosen bisa menulis jurnal terindeks Garuda berjumlah 90 sudah dikatakan bagus, hanya saja untuk jurnal yang terindek scopus belum mencapai setengah dari jumlah dosen. Sehingga pendampingan penulisan jurnal ini selesai, para dosen mampu menerapkan kegiatan menulis setiap hari dengan rutin serta memelihara kegiatan tersebut. Supaya luaran dari penelitian ini tidak hanya terpenuhi pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) disistem namun mampu meningkatkan reputasi dari personal branding dosen itu sendiri. Kegiatan ini berlangsung hamper 2 jam, ditutup dengan pemberian cendramata oleh Bapak Aldilla Yulia Wiellys Sutikno, M.H. serta sesi foto bersama permateri dan peserta kegiatan tersebut. [ACP] / Edt. F.D.