Literasi Digital Jalan Satu-satunya Menangkal Hoax 👁️️ 505

By Operator Website Kamis, 16 Februari 2023 | 08:00 am Berita

Literasi Digital Jalan Satu-satunya Menangkal Hoax

FHISIPOLNews | Wakil Dekan Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong Ibu Canggi Araliya Ode, S. Sos., M.I. Kom di undang dalam dialog bersama RRI Sorong yang disiarkan langsung Kamis, 16 Februari 2023.

Dalam dialog tersebut Ibu Canggi sebagai Pengamat Komunikasi sekaligus Dosen UNIMUDA Sorong berpendapat bahwa hoax jelas akan merubah perilaku seseorang. Apabila masyarakat memiliki tingkat literasi digital yang rendah maka akan mudah terpapar hoax. Ibu Canggi menegaskan bahwa tingkat literasi digital yang rendah dapat memicu adanya tindak kriminal di internet.

Dikutip dari pernyataan PLT Dinas Komunikasi dan Informatika Papua Barat Irma Soelaiman, saat ini terdapat sekitar 212,9 jt orang di Indonesia atau sekitar 70% dari populasi di Indonesia telah aktif menggunakan Internet. 98,3% pengguna internet tersebut menggunakan smartphone sebagai alat akses internet. Hal ini memungkinkan penyebaran informasi bohong atau hoax dapat terjadi melalui media sosial yang dapat dengan mudah diakses melalui smartphone.

“Kalau dari data yang ada berita hoax dari tulisan sebanyak 79,9% dan foto editan 57,8%, foto dengan caption palsu 66,3%, video editan 85,70%, video dengan narasi palsu 53,2%, dan video lama di posting kembali 69,20%,

Dirinya juga memperjelas bahwa rata-rata informasi hoax mencatut tokoh-tokoh, informasi pekerjaan, berita yang sedang viral, dan bencana alam. Dari informasi yang beredar pemerintah tentu tidak bisa mengawasi seluruh peredarannya. Irma berpendapat bahwa pemerintah harus bersinergi dengan media massa dan masyarakat untuk bersama-sama menangkal hoax.

“Hoax bukanlah permasalahan daerah. Namun telah menjadi masalah nasional. Artinya rantai peredaran hoax harus segera diputus. Untuk dapat memberantas hoax dirinya menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan bekerja sendiri. Namun akan bekerjasama dengan media-media massa untuk memberikan informasi yang faktual dan disertai dengan narasumber yang benar,

Irma menambahkan apabila masyarakat menemukan konten yang dirasa hoax, mereka juga dapat melaporkan ke aduankonten.id. Cara ini merupakan trik khusus untuk membantu masyarakat menyaring informasi dengan kritis dan logis.

Kabid Humas Polda Papua Barat Adam Irwindi mengatakan di era digital semua orang bisa menjadi citizen journalism. Namun seringkali mereka menyebarkan berita secara setengah-setengah saja. Bahkan seringkali timbul karena ada niatan memperkeruh suasana. Adam menghimbau agar masyarakat berhati-hati saat menyebarluaskan informasi.

“Jangankan yang membuat, yang share saja bisa mendapatkan sanksi. untuk itu masyarakat dihimbau untuk hati-hati untuk menyebarluaskan informasi,

Adam juga menambahkan bahwa Polda Papua Barat juga memiliki trik khusus untuk tangkal hoax. Polda Papua Barat siap menerima aduan dari masyarakat terkait berita bohong. Dirinya menjelaskan Polda Papua Barat akan mengkonfirmasi kebenaran berita dan membuat stempel hoax untuk berita bohong yang beredar. [dwa]

By Operator Website Kamis, 16 Februari 2023 | 08:00 am

Artikel Terbaru